Senin, 17 Februari 2014

selamanya dan apa kau pernah puisi by Zarry Hendrik cover by me

cover by me Reza Dwiky Prayogo
backsound instrument : cold by jorge mendez
edited and recorded with mixcraft 6

Puisi:
apa kau sanggup meninggalkan ku
kau pernah sanggup mencintaiku
apa kau perlu membenci aku
aku pernah kau perlukan
apa kau ingin melupakan ku
kau pernah ingin ku ingatkan
apa kau mampu menyakiti ku
kau pernah mampu melindungki ku
apa kau bisa hidup tanpa ku
kau pernah bisa hidup dengan ku
apa kau mau menjauhiku
kau pernah mau mendekatiku
apa kau merasa harus memaki aku
aku pernah merasa harus memuji kamu
apa kau rela aku bersedih
kau pernah rela menangisiku
apa kau tidak percaya aku
dulu kau pernah meyakinkanku
apa kau tidak merindukanku
kau pernah sangat rindu padaku
apa kau mampu cari yang lain
kau pernah mampu terima aku
apa kau sanggup mengacuhkanku
kau pernah sanggup perhatikanku
apa kau sanggup menghindariku
kau pernah sanggup mencari aku
apa kau lari dariku
kau pernah mengejar aku
apa ku hina dimatamu
kau pernah sering memandangiku
apa kau hebat melukaiku
kau pernah hebat menjaga aku
apa kau tetap pilih yang lain
kau pernah tetap memilih aku
apa kau bangga hianatiku
aku pernah bangga kau setia
apa kau pernah

Selasa, 25 Desember 2012

akulah si serigala yang merindukan bulan


hai orang tersesat yang ga sengaja masuk ke blog gue, gue ga tau soalnya ada yang baca apa engga, tp gue akan mulai cerita

"akulah sang serigala yang merindukan bulan"
sudah lama perasaan yang ada didalam kalbu sang serigala terpendam merindukan akan kehadiran sang "bulan", sudah hampir 4 tahun berjalan sejak terakhir kali dapat merasakan keberadaannya, hingga sekarang sang serigala tidak lagi pernah melihat sang bulan, tidak lagi dapat kembali menjadi serigala yang gagah dan pemberani, setiap hari sang serigala hanya dapat bermimpi untuk bertemu sang bulan, sosoknya semakin lama semakin hilang, tapi perasaan cinta sang serigala tak pernah berkurang sedikitpun, ingin sekali rasanya mempunyai kesempatan untuk bertemu, bertatap muka secara langsung hingga kedua belah pihak merasakan keberadaan satu sama lain, tapi...  semua itu sangat terasa mustahil karna berjenjang angkasa yang memisahkan mereka berdua, tapi walaupun angkasa yang memisahkan, sang serigala tidak pernah ragu untuk terus bermimpi, berharap, dan terus merindu.
ejekan demi ejekan diterima sang serigala, semua yang serigala kenal, mulai meninggalkan sang serigala karena sang serigala tidak pernah bisa untuk melupakan sang bulan dan terus menunggunya hingga mempunyai kesempatan untuk bertemu, tidak ada usaha yang berarti yang dapat dilakukan sang serigala untuk mencapai sang bulan, tapi dia tak pernah berhenti meneriakan namanya setiap malam bulan purnama hingga seterusnya....

to be continued....

Rabu, 07 November 2012

melebihi batas dan jatuh penuh darah

disini gue akan nyeritain kisah gue yang tragis tragis, sama kaya judul

"(terbang) melebihi batas dan jatuh penuh darah"

gimana sih rasanya, lo udah di terbangin sampe langit, dan melebihi batas, dan tiba tiba lo dijatuhin gitu aja?
mati ga? mati... kalo mati, kalo ga mati? tinggal bisa ngelanjutin hidup dengan luka yang berdarah darah tadi....

gue ngerasain itu berulang ulang, mulai dari kisah erjalanan hidup gue


mulai dari pacar, hmm ini pertama kalinya gue ceritain ke publik tentang ini, jadi.. gini *brb ambil tissue*

oke, jadi sekitar beberapa bulan lalu atau setahun lalu gue sayaaaaaang banget sama pacar gue yang berinisial F, sayangnya mungkin melebihi sayang gue ke apapun, soalnya... gue lagi jatuh cinta banget saat itu, bahkan sampe semuanya selalu tentang dia yang ada di pikiran, kesenangan dia, kebahagiaan dia, dan pokoknya apapun tentang dia deh.
sampai suatu saat, pas gue sama dia lagi deket deketnya, hubungan kita diterpa badai, jadi saat itu ada cowo yang juga suka sama dia, gue baca sms nya di hp cewe gue yang berinisial "F", oke di hp si F, ada cowo yg sms dia, dia bilang gini "kenapa sih F kok mau sama reza, gue kan lebih segalanya dari dia, intinya gitu," JEDER!!! tapi.. tau ga si F bales apa? gini "sori, lo ga tau apa apa soal reza, justru dia yang lebih segalanya dari lo" (disini yang namanya gue terbang melebihi batas) singkat cerita, beberapa minggu kemudian gue mergokin tuh doi si F jalan sama cowo yang itu, YAP, gue di SELINGKUHIN, ternyata emang si F gampang disogok, dan disitu gue yang namanya... jatuh hingga berdarah darah, trus gue mikir, kok bisa sih? kok tega sih? secepat itu lupa sama gue? tapi... buat apa? terlambat... dan semenjak saat itu, gue ga percaya lagi sama yang namanya perempuan, dan rasanya seperti punya dendam ke setiap perempuan, hahh!!!

lalu dari pertemanan, sudah lamaaaa banget gue punya hubungan pertemanan yang kuat sama dia, tapi... sampai sekarang belum jelas, sekarang adalah tepat h+1 dari gue jatuh hingga berdarah darah, tapi mungkin belum jatuh, tapi sedang jatuh, semoga tidak sampai tanah dulu ya, huhuhu
selama ini gue selalu mikir kalo gue dia anggep berbeda lah dari yang lain, ibarat kata special gitu pake telor *loh?*, tapi kemarin gue ngeliat sesuatu yang membuat dunia ga akan sama lagi hingga kapanpun, gue.. dikhianati sama temen gue sendiri
gue selalu nganggep dia sama, tapi sekarang dia udah nganggep gue berbeda, apakah gue emang udah ga lagi di level dia? apa gue emang udah ga pantes berteman dengan dia? rasanya aneh pertemanan yang sudah lama terjalin tiba tiba berubah gitu aja, apa karena status sosial gue yang jauh dibawah dia?
semua pertanyaan itu sampai sekarang belum terjawab, itulah proses jatuh gue sekarang, semoga ga sampe jatuhhhh




Sabtu, 11 Juni 2011

Introducing me :D

Welcome Visitor

if this is the first time you see me, then you should read this well



My name is Reza Dwiky Prayogo, people also call me Reza or ezhaa
I was born in DKI Jakarta, Indonesia at 23 September 1993
I live in Bekasi, at Taman Galaxi
My Hobby is only 2 things, Computer and Camera
and I have my fav. quotes : Be Responsible and never forget my bestfriends

Schools History :
Elementary School : SDN Jaka Setia 4
Junior High School : SMPN 80 Jakarta
Senior High School : SMAN 71 Jakarta
University : Faculty of Film and Television Institute of ART at Jakarta as a Director